Selasa, 11 November 2008

Waspadai Gejala Stroke di Usia Produktif

Waspadai Gejala Stroke di Usia Produktif

BOGOR--MI: Stroke merupakan satu di antara tiga penyakit penyebab kematian terbesar di dunia dan menduduki peringkat kedua setelah jantung dan kanker. Stroke juga merupakan penyebab kecacatan utama, terutama pada golongan usia produktif.

Untuk itulah di kegiatan bertajuk Apakah Anda Peduli Dengan Diabetes, Katarak, Stroke, dan Osteoporosis yang diselenggarakan Rumahsakit Palang Merah Indonesia di Botani Square, dr Banon Sukoandari SpS memberikan informasi mengenai stroke, agar masyarakat dapat lebih waspada. Dengan mengetahui gejalanya, masyarakat bisa langsung membawa penderita ke rumah sakit begitu mendapati gejala seperti stroke.

"Jadi bila ada salah satu anggota keluarga menderita nyeri kepala sangat hebat dengan karakter tidak lazim, atau kejang yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, anggap saja itu sebagai gejala stroke dan segera larikan ke rumahsakit," kata Banon di Bogor, Senin (10/11).

Menurut Banon, kesembuhan stroke ditentukan oleh penanganan yang cepat, tepat, dan akurat akan meminimalisir kecacatan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, keberadaan unit stroke di rumah sakit tak lagi sekedar pelengkap tapi sudah menjadi suatu keharusan.

Cepat tanggap terhadap stroke juga harus dimiliki oleh paramedis di rumah sakit. "Stroke merupakan cedera pembuluh darah otak yang berlangsung dengan tiba-tiba. Cedera tersebut berupa sumbatan atau pecah pembuluh darah. Efek yang terjadi akan sama, yakni kematian daerah otak yang mendapat suplai darah dari pembuluh darah yang cedera," ujarnya.

Dikatakannya, bila sumbatan mengalami perbaikan segera disebut transient iskemic attac (TIA) atau serangan stroke sesaat. Pada TIA gejala stroke akan mengalami perbaikan sempurna, namun itu juga merupakan peringatan adanya stroke yang lebih berat. "Gejala stroke tergantung daerah mana yang terkena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sebab di tiap-tiap daerah di otak memiliki fungsi tersendiri. Bahkan 2/3 tanpa didahului peringatan apapun, dan 1/3

memperlihatkan tanda-tanda peringatan," paparnya.

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan faktor risiko stroke, di antaranya, hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung.

Sedangkan keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah obesitas, merokok, dan kurangnya olahraga. "Apalagi zaman sekarang stroke tak menyerang orangtua saja, tapi juga kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke, terutama yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak," jelas Banon.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Dianjurkan juga untuk mengurangi rokok, melakukan olahraga teratur, menghindari alkohol serta stres yang berlebihan dengan selalu istirahat yang cukup.

"Lakukan pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal lalu medical check up secara rutin serta berkala, dan pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke," ucapnya.

Menurutnya ada empat upaya yang harus dilakukan bagi penderita stroke atau yang belum mengalaminya, yakni pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan promotif. "Rumah sakit PMI memungkinkan sebagian besar faktor risiko terdeteksi sekaligus upaya penanganannya. Dari kesigapan paramedik, ruangan yang memadai, hingga memiliki tiga dokter ahli, sehingga perawatan dapat dijalankan secara maksimal," tandasnya.

Bisnis Organik dan Konsultasi Kesehatan dan Kecantikan
Tips Hidup Sehat melilea
021-73888872

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog